Warga Taiwan Ungkap Serbuan China yang Lebih Ditakuti daripada Militer

Warga Taiwan Ungkap Serbuan China yang Lebih Ditakuti daripada Militer

Warga Taiwan dilaporkan tengah mengungkapkan serbuan China yang amat ditakuti oleh sejumlah warga di kepulauan tersebut ketimbang terhadap aksi militer dari Negara Tirai Bambu. Sambil asik baca berita, ayo dapatkan sensasi nya lewat permainan slot yang seru jikalau menang menjadikan itu keberuntungan.

Warga Taiwan, yakni Chen Jong-Long, menuturkan bahwa sebagian besar warga di wilayah itu justru tampak sudah terbiasa dengan adanya ancaman militer China.

Ia menilai mayoritas besar dari warga Taiwan sendiri percaya cepat atau lambat China dipastikan akan melancarkan pergerakan militer terhadap wilayah mereka.

China Sampai Kicep, Bukan AS atau Inggris, Negara Kecil Tanpa Tentara Ini  Justru Lebih Ditakuti Tiongkok, Bahkan Sampai Batalkan Serbu Taiwan!

“Bagi warga Taiwan, kekhawatiran terbesar terkait ancaman China itu bukan lagi soal apakah militer Cina akan menginvasi tanah kami atau tidak, ini soal kapan (itu akan terjadi),” tutur Chen melansir CNN pada Selasa, 5 Juli 2022.

“Sejak saya kecil, saya sudah tahu bahwa pemerintah China telah menggelontorkan banyak waktu dan sumber daya untuk mempersiapkan potensi perang (dengan Taiwan). Bahkan, sekarang, mereka masih gigih mencari-cari waktu dan tempat yang tepat untuk melancarkan pergerakan militer tersebut,” katanya, menambahkan.

Chen mengatakan warga Taiwan juga tampak tak begitu takut terkait ancaman invasi China. Menurutnya, orang-orang lebih khawatir mengenai isu domestik layaknya seperti serbuan budaya China termasuk melalui dunia maya, upah minimum kerja, sampai pada angka kelahiran yang rendah.

“Dibandingkan dengan ancaman militer dari China, kami lebih takut dengan serangan dunia maya dan invasi budaya China,” paparnya.

Chen menjelaskan bahwa apabila semakin banyak remaja dan pemuda Taiwan menggunakan karakter huruf mandarin yang terlalu disederhanakan melalui penulisan diantaranya seperti yang dipakai warga China. Selama ini, orang Taiwan sendiri kerap menggunakan karakter penulisan huruf mandarin versi tradisional.

Taiwan Catat Rekor 200 Hari Tanpa Kasus COVID-19 – DW – 29.10.2020

Chen juga bercerita makin banyak dari warga Taiwan yang terbiasa berbicara menggunakan bahasa gaul maupun budaya pop China. Sambil asik baca berita, ayo dapatkan sensasi nya lewat permainan slot yang seru jikalau menang menjadikan itu keberuntungan.

Media sosial, tutur Chen, juga tak luput sebagai salah satu ancaman warga Taiwan terkait propaganda China. Sebab, ia mengatakan bahwa semakin banyak berita bohong serta propaganda pro-China yang tengah berseliweran di media sosial.

“Ini menjadi fenomena sosial dan masalah besar di Taiwan. Sosial media menjadi senjata diam-diam China yang harus kami perhatikan,” ujar Chen.

Leave a Reply

Your email address will not be published.