Versi Kronologi Iko Uwais Terkait Dugaan Penganiayaan

Versi Kronologi Iko Uwais Terkait Dugaan Penganiayaan

Terdapat perbedaan kronologi di mana sempat diungkapkan langsung oleh pihak pelapor dan aktor laga Iko Uwais terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap salah seorang pengelola jasa desain interior rumah yakni Rudi. Sambil asik baca berita, ayo dapatkan sensasi nya lewat permainan slot yang seru jikalau menang menjadikan itu keberuntungan.

Laporan soal dugaan penganiayaan Iko Uwais itu diketahui sudah diserahkan ke Polres Metro Bekasi Kota pada Minggu, 12 Juni 2022 lalu. Laporan terdaftar dengan nomor LP/B/1737/VI/2022/SPKT: Sat Reskrim/Polres Metro Bekasi Kota/Polda Metro Jaya.

Kuasa hukum yang berasal dari pihak Iko Uwais, yakni Leonardus Sagala mengungkapkan rentetan kronologi yang tampak bertolak belakang dengan versi Rudi yang sudah disampaikan oleh kepolisian.

Kronologi Tuduhan Penganiayaan Versi Iko Uwais: Ditendang Duluan

“Saudara Rudi yang mana dia pelapor di Polres Metro Bekasi telah melakukan pemutarbalikan fakta di dalam laporannya,” kata Leonardus Sagala dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa, 14 Juni 2022 di kawasan Wijaya, Jakarta Selatan.

“Fakta yang sebenarnya terjadi adalah, justru pihak Rudi yang telah melakukan provokasi,” lanjut Leonardus.

Leonardus menjelaskan bahwa kronologi dugaan penganiayaan tersebut bermula ketika Iko Uwais diketahui sedang menggunakan jasa Rudi yang bekerja sebagai bagian dari desainer interior.

Rudi disebut tidak bertanggung jawab sebab tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan adanya perjanjian awal. Ia disebut bahwa menawarkan jasanya yang sebesar Rp300 juta dan Iko Uwais telah melakukan pembayaran terhitung sebesar Rp150 juta.

Kendati demikian, pekerjaan tersebut tampak tak kunjung diselesaikan. Padahal, pembayaran sendiri sudah dilakukan.

Iko Uwais sontak berusaha meminta kejelasan serta mencari tahu terkait keberadaan Rudi, namun tidak mendapatkan respons yang baik.

“Rudi ini menyediakan jasa interior dengan kesepakatan Rp300 juta. Klien kami sudah melakukan pembayaran terhadap termin I dan termin II dengan total pembayaran Rp150 juta,” ucap Leonardus.

“Ternyata setelah klien kami bayar Rp150 juta pun tetap tidak menyelesaikan pekerjaan. Bahkan, dia cenderung lari dari tanggung jawab. Ketika klien kami menanyakan, dia tidak mendapatkan respons yang baik,” sambung dia.

Hingga kemudian terjadi keributan di mana berlangsung antara Iko dengan Rudi dan istrinya. Berdasarkan keterangan langsung dari kuasa hukum, keributan itu bermula dari Rudi serta sang istri di mana melakukan provokasi terhadap Iko.

Kala itu, Iko sendiri tengah mengambil foto maupun video yang dapat membuktikan bahwa Rudi tengah berada di rumah dan lari atas kewajibannya. Sedangkan pada sisi lain, istri Rudi juga sempat merekam balik Iko dan pada saat yang sama Rudi diketahui tiba-tiba melakukan penyerangan.

“Pada saat klien kami berusaha menghentikan tindakan istri Rudi yang merekam ini, justru Rudi ini melakukan penyerangan, menendang bagian sisi kiri klien kami, yang saat ini sedang kami lakukan upaya hukum atas perbuatan itu,” terang dia.

Iko Uwais dan Rudi Kini Saling Lapor Dugaan Kasus Penganiayaan, Ini Dua Versi  Kronologi Kedua Pihak - Tribunnews.com Mobile

Iko dilaporkan mengalami luka di bagian kiri akibat adanya serangan itu. Pihaknya sendiri juga sudah menyimpan foto luka tersebut sebagai salah satu bukti, diperkuat dengan hasil visum di mana akan diserahkan langsung ke pihak kepolisian.

Terkait dengan dugaan tuduhan oleh Rudi, Leonardus mengklaim bahwa Iko tidak bermaksud untuk melakukan penganiayaan. Tindakan yang dilakukan sendiri Iko murni dilakukan guna dapat membela diri. Sambil asik baca berita, ayo dapatkan sensasi nya lewat permainan slot yang seru jikalau menang menjadikan itu keberuntungan.

“Kalau tujuannya untuk mencederai atau mengeroyok, harusnya begitu Rudi ini jatuh, dipukuli dong. Tapi ini enggak, dibiarkan,” kata Leonardus.

“Karena memang sejak awal tujuannya bukan untuk melakukan pengeroyokan atau pemukulan dalam rangka mencederai,” imbuhnya.

Pihak kepolisian masih akan memanggil pihak-pihak terkait guna dapat dimintai keterangan terkait laporan tersebut.

“Sekarang sudah kami proses pemanggilan klarifikasi pihak-pihak terkait,”ujar Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Ivan Adhitira saat dihubungi, Senin, 13 Juni 2022.

Leave a Reply

Your email address will not be published.