Sederet Pegawai Holywings Jadi Tersangka Terkait Kasus Promosi Alkohol

Sederet Pegawai Holywings Jadi Tersangka Terkait Kasus Promosi Alkohol

Polres Metro Jakarta Selatan dilaporkan menetapkan sebanyak enam orang karyawan manajemen Holywings Indonesia sebagai bagian dari tersangka kasus promosi minuman alkohol gratis bagi pelanggan yang memiliki nama Muhammad dan Maria. Sambil asik baca berita, ayo dapatkan sensasi nya lewat permainan slot yang seru jikalau menang menjadikan itu keberuntungan.

Polisi Tetapkan Direktur Kreatif dan Lima Pegawai Holywings Tersangka  Penistaan Agama

Sederet pegawai Holywings yang ditetapkan menjadi tersangka antara lain layaknya sebagai berikut.

  1. Creative Director Holywings, SDR (27)
  2. Head Team Promotion NDP, (36)
  3. Pembuat desain promo, DAD (27)
  4. Admin media sosial, EA (22)
  5. Social Media Officer, AAB (25)
  6. Selaku admin tim promo, AAM (25)

Kapolres Metro Jakarta Selatan yakni Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan bahwa penetapan tersangka dilakukan pasca gelar perkara dan meningkatkan kasus tersebut menuju ke tahap penyidikan. Pemeriksaan saksi ahli pun sudah berlangsung.

Berdasarkan kasus itu, polisi juga turut andil dalam menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya seperti screenshot postingan akun Holywings, 1 unit PC komputer, 1 unit handphone, 1 hard disk, serta dengan 1 unit laptop. Sambil asik baca berita, ayo dapatkan sensasi nya lewat permainan slot yang seru jikalau menang menjadikan itu keberuntungan.

“Dari barang bukti kami duga pelaku gunakan barang bukti sebagai sarana dalam lakukan tindak pidana tersebut,” kata Budhi.

Polisi Tetapkan 6 Tersangka Kasus Promosi Minuman Beralkohol Holywings bagi  Nama Muhammad dan Maria - Tribunnews.com Mobile

Budhi mengatakan bahwa para tersangka itu dinilai sudah dengan sengaja menyiarkan berita bohong di mana dapat menimbulkan keonaran bagi masyarakat. Selain itu melalui pemberian promo itu juga dinilai bahwa telah menimbulkan beragam keonaran serta kebencian berbasis dengan sentimen SARA.

Melalui perbuatannya itu, para tersangka kemudian akan dijerat dalam pasal berlapis layaknya seperti Pasal 14 Ayat 1 dan Ayat 2 UU RI No 1 Tahun 1946 dan juga Pasal 156 atau Pasal 156 a KUHP.

Kemudian Pasal 28 Ayat 2 UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE. Adapun terkait dengan adanya ancaman maksimal 10 tahun kurungan penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published.