Sebanyak 59 Balita WNI Ikut Terpenjara di Tahanan Imigrasi Malaysia

Sebanyak 59 Balita WNI Ikut Terpenjara di Tahanan Imigrasi Malaysia

Koalisi Buruh Migran Berdaulat (KBMB) mengungkapkan bahwa setidaknya ada 59 anak Warga Negara Indonesia (WNI) di mana berusia 5 tahun yang tinggal di Pusat Tahanan Imigrasi di Sabah, tepatnya Malaysia. Sambil asik baca berita, ayo dapatkan sensasi nya lewat permainan slot yang seru jikalau menang menjadikan itu keberuntungan.

Anggota KBMB Abu Mufakhir mengatakan bahwa anak-anak tersebut merupakan mereka yang telah dilahirkan oleh WNI wanita yang berlangsung di dalam tahanan.

“Ada 59 anak berusia 5 tahun di dalam pusat tahanan sementara. (Karena) sebagian (WNI) melahirkan di dalam,” kata Abu melansir CNN, pada Rabu, 29 Juni 2022.

Pemerintah RI Pulangkan 459 WNI dari Berbagai Tahanan Imigrasi Malaysia |  LiputanBMI

Meski begitu, Abu sendiri tidak menjelaskan terkait dengan kondisi para anak yang kini berada di pusat tahanan. Ia juga tak mengetahui bahwa adakah anak yang turut meninggal melalui daftar 149 WNI yang dinyatakan tewas di Sabah.

“Enggak tahu. Enggak ada profil itu,” ujar Abu.

Diketahui, sebanyak 149 buruh migran asal Indonesia dinyatakan telah meninggal di dalam Pusat Tahanan Imigrasi di Sabah, Malaysia. Jumlah tersebut merupakan data di mana terhitung selama satu setengah tahun yang diterima KBMB berasal dari Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta.

Atas 149 orang tersebut, 101 WNI tercatat dinyatakan meninggal sejak 2021. Kemudian 48 WNI meninggal pada Januari sampai Juni 2022. Sambil asik baca berita, ayo dapatkan sensasi nya lewat permainan slot yang seru jikalau menang menjadikan itu keberuntungan.

Sementara itu, data KBMB mencatat sebanyak 18 kematian telah terjadi di pusat tahanan sejak periode 2021 sampai Juni 2022. Jumlah itu berdasarkan adanya hasil observasi pada 2 dari 5 blok dari pusat tahanan di Sabah.

Kedua data melaporkan adanya temuan yang serupa. Sebagian besar WNI meninggal akibat sakit serta penanganan kesehatan yang diketahui begitu lambat.

Merespons terkait hal ini, Kementerian Luar Negeri menyatakan akan menindaklanjuti laporan terhadap otoritas terkait. Kemenlu memastikan perwakilan RI di Malaysia sendiri dipastikan akan menelusuri dan meminta penjelasan langsung dari otoritas setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.