Rusia Tegaskan Tak Akan Pakai Senjata Nuklir Gempur Ukraina

Rusia Tegaskan Tak Akan Pakai Senjata Nuklir Gempur Ukraina

Rusia menegaskan bahwa hanya akan menggunakan senjata nuklir apabila ada ancaman terhadap dengan negara. Sambil asik baca berita, ayo dapatkan sensasi nya lewat permainan slot yang seru jikalau menang menjadikan itu keberuntungan.

Juru bicara dari Kepresidenan Rusia, yakni Dmitry Peskov, yang menyampaikan bahwa Moskow tak akan menggunakan senjata pemusnah massal tersebut dalam perang yang sedang berlangsung di Ukraina itu.

NATO Ancam Keroyok Rusia Jika Terus Sebar Teror Perang di Ukraina

Setiap dari hasil operasi yang ada (di Ukraina), tentu saja, bukan alasan agar dapat penggunaan senjata nuklir,” ucap Peskov pada saat wawancara PBS Newshour di Kremlin, melansir CNN, pada Senin, 28 Maret 2022.

“Kami mempunyai konsep keamanan yang sudah begitu jelas menyatakan bahwa hanya pada saat ada ancaman bagi keberadaan di negara-negara kami, kami juga dapat menggunakan dan kami juga akan benar-benar dapat menggunakan senjata nuklir apabila untuk dapat menghilangkan ancaman atas keberadaan di negara kami,” ujarnya.

Peskov juga sempat menyinggung pernyataan dari Presiden Amerika Serikat yakni Joe Biden di Warsawa, tepatnya di Polandia, pada baru-baru ini.

Dalam pidatonya tersebut, Biden yang kala itu menyebutkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin merupakan sebagai “tukang daging”.

Biden bahkan menyampaikan bahwa Putin tidak boleh berkuasa lagi dimana sebagai Presiden di Rusia.

“Itu cukup sangat mengkhawatirkan,” imbuh Peskov melansir CNN.

Tak lama setelah adanya pernyataan dari Biden yang sudah beredar, pejabat dari Gedung Putih segera mengklarifikasi bahwa yang disebut oleh sang presiden AS itu tidak memiliki makna yang secara tekstual.

Ia juga menegaskan bahwa Amerika tak berniat untuk segera menggulingkan rezim Putin di Rusia.

“(Maksud Biden) Putin tak dapat diizinkan untuk memperluas kekuasaan yang ada di negara tetangganya maupun wilayah lain,” ungkap pejabat ini.

Beberapa negara sekutu AS, layaknya Jerman hingga Prancis juga menyatakan hal yang serupa. Kanselir Jerman, yakni Olaf Scholz mengaku sudah berdiskusi bersama dengan Biden terkait dengan hal tersebut.

“Itu bukan tujuan dari NATO, maupun juga bukan tujuan dari Presiden Amerika Serikat (Joe Biden),” tutur Scholz.

Presiden Emmanuel Macron Memperkuat 3 Kementerian Hadapi Corona - Dunia  Tempo.co

Tatkala itu, Presiden Prancis yaitu Emmanuel Macron mengatakan bahwa terkait dengan komentar Biden tak membantu dalam upaya diplomatik lantaran ia sendiri masih terlibat dalam dialog bersama dengan Putin. Tetapi, dia juga menyampaikan tujuan mereka bukan untuk mengganti rezim.

“Tujuan kami hanya untuk menghentikan perang yang tengah diluncurkan oleh Rusia di Ukraina, sembari menghindari perang hingga dengan eskalasi (yang meningkat),” tambah Macron. Sambil asik baca berita, ayo dapatkan sensasi nya lewat permainan slot yang seru jikalau menang menjadikan itu keberuntungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.