Prediksi 2,5 Juta Kendaraan Serbu Yogya di Mudik Lebaran Tahun Ini

Prediksi 2,5 Juta Kendaraan Serbu Yogya di Mudik Lebaran Tahun Ini

Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (Dishub DIY) memprediksi terkait dengan arus kendaraan bermotor pada saat mudik Lebaran tahun ini naik 20 persen dibanding dengan periode 2019 lalu atau sebelum adanya pembatasan mobilitas akibat dari pandemi Covid-19. Sambil asik baca berita, ayo dapatkan sensasi nya lewat permainan slot yang seru jikalau menang menjadikan itu keberuntungan.

Kepala Dishub DIY yakni Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan bahwa adanya lonjakan volume kendaraan ini akan terjadi setelah pemerintah telah mengizinkan masyarakat untuk dapat mudik lebaran.

Pengetatan Larangan Mudik Diperpanjang 22 April-24 Mei 2021, Ini Penjelasan  dan Aturan Lengkapnya - Tribunjogja.com

“Kalau lihat dari data 2019, mungkin naiknya dari 2019 loh ya bukan dari 2020, 2021 itu kan anomali ya angka yang tidak normal ya (imbas pembatasan mobilitas). Itu mungkin 19-20 persen lah naiknya dibandingkan dari 2019,” ungkap Made melansir CNN, pada Jumat, 15 April 2022.

Berdasarkan catatan dari Dishub untuk lebaran 2019 lalu sudah termonitor 2.149.596 kendaraan yang masuk ke wilayah DIY. Angka tersebut merupakan akumulasi sejak H-7 hingga H+7 lebaran.

Artinya, akan ada tambahan yang kurang lebih 424.919 kendaraan untuk tahun ini. Sehingga, total diprediksi dapat mencapai 2,5 juta kendaraan lebih yang akan segera masuk ke wilayah DIY di momen mudik 2022.

“Karena mungkin tidak hanya orang mudik ya, tapi orang wisata juga banyak,” ujarnya.

Made memperkirakan bahwa para pemudik mulai berdatangan selepas tanggal 20 April dan akan mencapai puncaknya diperkirakan 28 April malam atau sehari di mana sebelum hari libur cuti bersama.

Dishub DIY pada tanggal 25 April diketahui akan mulai mendirikan posko pengamanan mudik untuk di 5 titik agar dapat menjaga kelancaran arus kendaraan maupun mengurai kepadatan lalu lintas bersama dengan jajaran kepolisian.

Kelima posko itu bertempat di Babarsari, Sleman sebagai posko induk; posko pelayanan dan juga keamanan ada di Prambanan, Sleman dan Pathuk, Gunungkidul. Kemudian ada dua lagi yang didirikan di terminal tibe B yang berlokasi pada wilayah DIY.

Sementara itu, berdasarkan pengamanan terminal tipe A dipegang langsung oleh Kementerian Perhubungan.

Dari kelima lokasi tersebut, posko Prambanan mendapat perhatian khusus lantaran dapat diperkirakan menjadi jalur bagi perbatasan terpadat ketimbang dengan dua titik lain yang ada di Tempel, tepatnya Sleman dan Temon, Kulon Progo.

“Ya dari timur (Prambanan) karena itu kan bukaan dari tol. Kalau banyak-banyakan masuk itu kan pasti dari situ, Boyolali, Kartasura itu masuk DIY ya cukup banyak,” ucapnya.

Oleh sebab itu, pihaknya memberlakukan kebijakan terkait dengan tambahan layaknya seperti patroli hingga pemberlakuan jam pembatasan bagi angkutan nonesensial untuk di beberapa ruas, termasuk dengan Prambanan yang menjadi perbatasan wilayah di Sleman-Klaten. Sambil asik baca berita, ayo dapatkan sensasi nya lewat permainan slot yang seru jikalau menang menjadikan itu keberuntungan.

“Jadi itu pembatasan-pembatasan yang non esensial itu ketika nanti tidak berlaku, mereka (angkutan nonesensial) boleh kemudian beroperasi. Jadi tidak ada batasan jam-jamnya juga ya untuk itu,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.