Penampakan Mural Seniman RI Dikecam Jerman karena Sarat Anti-Yahudi

Penampakan Mural Seniman RI Dikecam Jerman karena Sarat Anti-Yahudi

Salah satu kelompok seniman asal Yogyakarta, yakni Taring Padi, dilaporkan tengah membuat geger warga Jerman terutama komunitas Yahudi pasca menampilkan sejumlah lukisan muralnya di mana berlangsung di pameran seni bergengsi Documenta Fifteen di Kassel.

Lukisan mural yang memiliki judul Keadilan Rakyat itu dinilai komunitas Yahudi Jerman sarat akan unsur antisemitisme. Sambil asik baca berita, ayo dapatkan sensasi nya lewat permainan slot yang seru jikalau menang menjadikan itu keberuntungan.

Lukisan Keadilan Rakyat itu diketahui dibuat oleh Taring Padi sejak 2002 serta telah dipamerkan juga di Australia sebelumnya. Lukisan itu dibuat melalui tema melawan militerisme dan kekerasan di mana berlangsung selama 32 tahun kala era kediktaroran Soeharto di Indonesia. Semua tokoh yang kala itu tampak tergambar dalam spanduk diketahui mengacu terhadap simbolisme yang tersebar luas dalam konteks politik Indonesia.

Penampakan Mural Seniman RI Dikecam Jerman karena Sarat Anti-Yahudi

Salah satu merupakan karya yang dipamerkan menggambarkan sosok beberapa tentara dengan kepala hewan mirip babi yang tengah mengenakan syal merah dengan simbol bintang di mana ada di bagian bendera Israel. Sosok tentara itu juga tampak memakai helm dengan memiliki tulisan “Mossad” yang merupakan badan intelijen asal Israel.

Kiasan yang dinilai akan adanya anti-Yahudi juga sempat terlihat dalam bagian karya Taring Padi lainnya. Sosok pria dengan bertaring serta memiliki mata merah mengenakan jas cokelat dan topi hitam bertuliskan simbol rahasia “SS” Nazi di mana diasosiasikan dengan gambaran dari kaum Yahudi Ortodoks.

Karya Taring Padi itu pun sontak cepat memicu perdebatan sampai protes dari warga Jerman yang telah mempunyai sejarah kelam terkait adanya gerakan anti-Yahudi. Protes serta kecaman terhadap karya seni Taring Padi itu pun makin meluas pada saat pameran Documenta resmi dibuka sejak Sabtu pekan lalu.

Selang dua hari dipamerkan, panitia pameran dilaporkan akhirnya menutup lukisan mural dari Taring Padi tersebut serta mencopotnya sejak Senin pekan ini.

Meski begitu, banyak sejumlah pihak yang menilai bahwa langkah itu terbilang lambat dan tidak cukup. Sambil asik baca berita, ayo dapatkan sensasi nya lewat permainan slot yang seru jikalau menang menjadikan itu keberuntungan.

“Pencopotan karya seni itu terlambat dan ini baru langkah awal, harus ada langkah selanjutnya,” kata Menteri Kesenian dan Media Jerman Claudia Roth melansir DW.

“Bagaimana mungkin mural dengan elemen figuratif antisemitis ini bisa dipamerkan,” kata Roth heran.

Kronologi Mural Taring Padi Diduga Anti-Yahudi hingga Dicopot - Halaman 2

Sementara itu bagi Direktur Pameran Seni Docimenta, yakni Sabine Schormann, mengatakan bahwa penggambaran antisemit tidak boleh mendapat tempat di Jerman baik itu dalam bentuk apa pun, termasuk melalui adanya pertunjukan seni internasional.

Asosiasi Komunitas Yahudi yang ada di Negara Bagian Loxer Saxony Jerman bahkan menuntut agar Schormann dapat mundur dari posisinya, mengutip berdasarkan informasi laporan media lokal.

Kedutaan Besar Israel di Jerman juga ikut andil dalam mengecam keras karya tersebut bisa lolos ke dalam pameran.

“Karya dengan elemen antisemit bisa ditampilkan secara publik di pameran itu menjijikkan. Ini mengingatkan pada propaganda yang digunakan oleh Goebbels dan pengikutnya selama masa-masa kelam dalam sejarah Jerman,” ucap kedubes Israel.

Kontroversi lukisan dari Taring Padi ini bahkan meluas sampai memicu desakan untuk segera mundur terhadap Schormann dan Roth.

Leave a Reply

Your email address will not be published.