Panglima Andika Ungkap Peran TNI di Kerangkeng Manusia: Semua Bintara

Panglima Andika Ungkap Peran TNI di Kerangkeng Manusia: Semua Bintara

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengungkapkan peran 5 prajurit TNI AD tersangka terkait adanya dugaan keterlibatan kasus penyiksaan penghuni kerangkeng manusia milik Bupati Langkat nonaktif, yakni Terbit Rencana Perangin Angin. Sambil asik baca berita, ayo dapatkan sensasi nya lewat permainan slot yang seru jikalau menang menjadikan itu keberuntungan.

“Ya mereka ada penjaga, ada yang ikut mungkin melakukan tindakan-tindakan secara fisik gitu,” kata Andrew Perkasa di GSP UGM melansir CNN, pada Rabu, 25 Mei 2022.

Pihaknya sendiri masih melakukan pendalaman demi dapat mengungkap sejauh mana hingga seberapa lama keterlibatan para prajurit TNI AD berstatus tersangka itu tadi melalui kasus penyiksaan penghuni kerangkeng milik dari Bupati Langkat nontaktif, yaitu Terbit Rencana Perangin Angin.

Panglima Andika Ungkap Ada Upaya Berbohong dari Kolonel P dalam Kasus  Pembunuhan Handi-Salsabila Halaman all - Kompas.com

“Saya belum tahu detailnya, tapi yang jelas ini lah yang sudah tersebut oleh para korban sekarang. Tapi kan ini kan insiden yang sudah terjadi sejak 2011 atau 2012,” katanya.

“Semuanya tamtama bintara, kalau pun ada yang perwira itu waktu terjadi masih melakukan pendidikan,” sambung Andika.

Andika menegaskan bahwa, terkait dengan adanya upaya pendalaman ini juga demi mengungkap keterlibatan sejumlah sosok lainnya.

“Kita ingin secara teliti menggali terus siapa saja sebetulnya yang ikut bertanggungjawab, ikut membiarkan tindakan-tindakan yang melanggar peraturan perundang-undangan di Indonesia ini bisa terjadi. Jadi itu bisa berkembang,” paparnya.

Andika menjelaskan, kelima dari prajurit berstatus tersangka itu telah ditahan. Adapun terkait lima anggota lainnya yang hingga kini masih terus diperiksa.

“Lima lagi terus masih kami dalami, termasuk tadi untuk mengungkap mungkin ada tambahan lagi karena cukup lama kan dari 2011 ya kira-kira 11 tahun,” ujar Mantan KSAD itu.

Andika memastikan bila para prajuritnya yang terbukti bersalah akan segera diproses secara hukum yang berlaku.

“Jelas mungkin tindak pidana penganiayaan, salah satunya juga, KUHP Militer, minimal Pasal 103, jadi ya kita kerahkan maksimal. Ya kita lihat dulu, kalau pecat tidaknya kita lihat seberapa besar (pelanggarannya),” pungkas Andika.

Sebelumnya, Komando Daerah Militer I Bukit Barisan (Kodam I/BB) sendiri sudah menahan lima prajurit TNI AD diduga terlibat melalui kasus penyiksaan penghuni kerangkeng milik dari Bupati Langkat nontaktif, yakni Terbit Rencana Perangin Angin.

“Lima anggota sudah dilimpahkan ke Otmil (Oditurat Militer) Medan. Kelimanya berinisial SG, AF, LS, S dan MP. Mereka saat ini ditahan di Staltahmil Pomdam,” kata Kapendam 1/BB, yakni Kolonel Inf Donald Silitonga, pada Selasa, 24 Mei 2022.

Berdasarkan kasus ini, dilaporkan tak hanya anggota TNI, lima personel Polri juga terlibat telah melakukan penyiksaan terhadap para penghuni kerangkeng layaknya seperti AKP HS, Aiptu RS, Bripka NS, Briptu YS, dan Bripda ES. Sambil asik baca berita, ayo dapatkan sensasi nya lewat permainan slot yang seru jikalau menang menjadikan itu keberuntungan.

Kabareskrim Sebut Tiga Penghuni Kerangkeng Manusia Bupati Langkat Tewas  Halaman all - Kompas.com

Kasus penyiksaan itu diketahui telah menyebabkan tiga penghuni kerangkeng meninggal dan beberapa orang lainnya cacat. Tim forensik RS Bhayangkara Medan juga sudah melakukan pembongkaran terkait adanya kuburan tiga penghuni yang tewas disiksa di kerangkeng.

Penyidik sendiri sudah menetapkan sembilan orang tersangka antara lain Terang Ukur Sembiring (pembina di kerangkeng), Junaidi Surbakti (penjaga di kerangkeng), Iskandar Sembiring (mengantar orang-orang ke kerangkeng), Hermanto Sitepu (mendampingi warga mengantarkan anggota keluarganya ke kerangkeng).

Kemudian Razisman Ginting, Hendra Surbakti,Dewa Peranginangin anak dari Terbit Rencana, Suparman Peranginangin, hingga Terbit Rencana Peranginangin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.