Miftachul Akhyar Mundur Dari Ketum MUI

Miftachul Akhyar Mundur Dari Ketum MUI

Miftachul Akhyar menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) hal tersebut disampaikannya langsung pada saat memberikan pengarahan dalam kegiatan Rapat Gabungan Syuriyah-Tanfidziyah PBNU di Kampus Unusia Parung, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu 9 Maret 2022.

Kiai yang akrab dengan sapaan Miftah itu mempunyai alasan sendiri dalam pengunduran dirinya sebab diamanahkan oleh forum ahlul halli wal aqdi (Ahwa) pada Muktamar ke-34 NU yang berlokasi di Lampung Desember 2021 agar tidak diperbolehkan dalam menduduki jabatan.

KH Miftachul Akhyar: Jangankan Ketum MUI, Rais Aam pun Kalau Diminta Saya  Lepas

Forum Ahwa adalah kegiatan musyawarah sembilan kiai sepuh NU dalam memilih Rais Aam PBNU untuk periode 2022-2026 di Muktamar NU. Pada Muktamar NU yang diselenggarakan tahun lalu, Miftah yang dipilih oleh forum itu sebagai Rais Aam PBNU untuk periode 2022-2026. Tetapi, forum Ahwa itu sependapat agar Miftachul tak menduduki jabatan di luar amanahnya sebagai Rais Aam.

Sedangkan, jabatan pucuk dari pimpinan MUI yang diemban Miftah tersebut belum genap dua tahun. Ia terpilih sebagai Ketum MUI pada kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) X MUI yang digelar di Jakarta pada 26 November 2020 lalu. Dapatkan sensasi nya lewat permainan slot yang seru jikalau menang menjadikan itu keberuntungan.

Miftah lalu menyampaikan terkait jalan proses pemilihan dirinya terkait Ketua Umum MUI pada akhir November 2020. Hampir dua tahun berjalan sebelumnya, Miftah dirayu maupun diyakinkan untuk bersedia menjadi Ketua Umum MUI.

Miftah yang menuturkan bahwa, “Semula saya keberatan, namun kemudian saya takut untuk menjadi orang pertama yang berbuat bid’ah di dalam NU. Karena itu untuk selama ini Rais Aam PBNU selalu menjabat Ketua Umum MUI”.

Miftah juga menambahkan bahwa, dirinya merasa bid’ah dan hal itu sudah tidak ada lagi. Ia kini berkomitmen agar merealisasikan janjinya di hadapan Majelis ahlul halli wal aqdi dengan cara mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Ketua Umum MUI.

Terpisah dari hal tersebut, Ketua Tanfidzyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ishfah Abidal Aziz menyerahkan proses pengunduran diri dari Miftah kepada MUI.

Ishfah yang pada saat itu menjelaskan bahwa pengunduran diri Miftahul dari Ketum MUI dikarenakan untuk bentuk realisasi janjinya terhadap Mukmatar ke-34 NU, Desember 2021.

Mengutip CNN, pada Rabu tanggal 9 Maret 2022, Ishfah menuturkan bahwa, “Tentang MUI menyikapinya seperti apa itu nanti di internal teman-teman MUI. Silakan nanti untuk menggunakan mekanisme seperti apa di internal. Namun kalau di PBNU ya itu kami semua menghormati atas keputusan dan sikap beliau”.

Meski begitu, gelombang penolakan yang ada agar Miftah tak mundur mulai muncul disuarakan di internal MUI. Wakil Ketua Umum MUI sendiri Marsudi Suhud yang secara pribadi tetap berharap bahwa Miftah tak mundur.

Marsudi mengatakan bahwa dirinya sempat bertemu langsung dengan Miftah dalam beberapa waktu. Pada hari itu, ia sempat menuturkan kepadanya, agar Miftah tetap menjabat sebagai Ketum MUI dan tidak mengundurkan diri.

MUI Tolak Pengunduran Diri Ketum Miftachul Akhyar | kumparan.com

Mengutip CNN, Pada Rabu 9 Maret 2022, Marsudi menyampaikan, “Saya harapkan Kiai Miftah agar tak mundur. Jadi saya pribadi dan sebagai Waketum MUI mengharapkan Kiai Miftah agar tak mundur”.

Selaras, Sekretaris Jendral (Sekjen) MUI Amirsyah Tambunan menyatakan juga bahwa forum rapat kesekjenan MUI belum dapat menerima terkait pengunduran diri Miftah di kursi Ketua Umum MUI. Rapat kesekjenan MUI itu yang dilaksanakan pada Rabu tanggal 9 Maret 2022.

Amirsyah juga menerangkan pada Rabu 8 Maret 2022, bahwa “Rapat Kesekjenan memutuskan belum bisa menerima pengunduran diri ketum karena keputusan Munas X (2020) Kiyai Miftah sebagai ketum 2020-2025″.

Dengan demikian, Amirsyah yang menyatakan pengunduran diri dari Miftachul itu akan dibawa ke Dewan Pimpinan MUI agar segera diproses sesuai dengan mekanisme organisasi tersebut, baik untuk proses melalui rapat pimpinan, rapat pleno maupun paripurna.

Ketua MUI Masduki Baidlowi juga menegaskan bahwa terkait internal MUI akan segera di bahas untuk mengenai surat pengunduran diri dari Miftah dalam rapat pimpinan untuk waktu dekat. Dapatkan sensasi nya lewat permainan slot yang seru jikalau menang menjadikan itu keberuntungan.

Mengutip CNN, pada Rabu 9 Maret 2022, Masduki menuturkan bahwa, “Surat sudah diterima oleh pengurus MUI namun belum di proses. Dan sesuai dengan mekanisme internal MUI, itu [pengunduran diri Miftachul] akan dibahas di rapat”.

Leave a Reply

Your email address will not be published.