Mahkamah Agung Amerika Serikat Batalkan Hak Aborsi

Mahkamah Agung Amerika Serikat Batalkan Hak Aborsi

Mahkamah Agung Amerika Serikat, pada Jumat, 24 Juni 2022 waktu setempat, memutuskan agar dapat membatalkan hak aborsi atau yang dikenal dengan sebutan Roe v Wade melalui konstitusi negara tersebut. Sambil asik baca berita, ayo dapatkan sensasi nya lewat permainan slot yang seru jikalau menang menjadikan itu keberuntungan.

Opini ini menjadi keputusan langsung bagi MA di mana paling berpengaruh dalam beberapa dekade dan akan mengubah peta kesehatan reproduksi perempuan yang ada di Amerika Serikat.

Berdasarkan keputusan itu, melansir CNN, tidak ada lagi hak pemerintah federal dalam melegalkan aborsi. Sehingga, hak aborsi akan ditentukan langsung oleh masing-masing negara bagian kecuali Kongres kala mengambil sikap.

Demo Pecah di AS Usai Dokumen Mahkamah Agung soal Pembatalan Hak Aborsi  Bocor

Sementara itu, setidaknya hampir separuh dari negara bagian di AS dinyatakan telah meloloskan hukum yang melarang adanya aborsi. Sedangkan sisanya, memberlakukan tindakan tegas di mana mengatur terkait prosedur tersebut.

“Roe sangat salah sejak awal,” tulis Hakim Samuel Alito dalam opininya. “Alasannya sangat lemah, dan keputusan itu memiliki konsekuensi yang merusak,”

“Dan jauh dari membawa penyelesaian masalah aborsi, Roe dan Casey telah mengobarkan perdebatan dan memperdalam perpecahan,” lanjutnya.

Roe v Wade sendiri merupakan salah satu putusan penting atau landmark judgment bagi Mahkamah Agung di mana menyatakan bahwa Konstitusi Amerika Serikat itu melindungi kebebasan seorang perempuan hamil agar melakukan aborsi.

Keputusan tersebut bermula atas adanya gugatan seorang perempuan bernama Norma McCorvey alias Jane Roe sejak 1969 yang hamil anak ketiganya serta ingin menggugurkan kandungan tersebut.

Namun ia yang diketahui tinggal di Texas, negara bagian yang melarang terkait kegiatan aborsi kecuali demi menyelamatkan nyawa sang ibu. Ia kemudian menggugat soal aturan tersebut menuju ke pengadilan federal serta melawan pengacara negara bagian Texas, yakni Henry Wade.

Kini, keputusan dalam membatalkan Roe v Wade tersebut didukung langsung oleh mayoritas hakim Mahkamah Agung. Tercatat, setidaknya ada lima dari sembilan hakim memutuskan untuk membatalkan hak aborsi itu.

Geger Hak Aborsi di AS Dibatalkan, Kenapa Terus Picu Pro-Kontra?

Melalui pernyataan bersama, yakni Hakim Stephen Breyer, Sonia Sotomayor, dan Elena Kagan mengkritik keras atas adanya keputusan mayoritas hakim MA. Sambil asik baca berita, ayo dapatkan sensasi nya lewat permainan slot yang seru jikalau menang menjadikan itu keberuntungan.

“Dengan penuh kesedihan, untuk Pengadilan ini, tapi lebih lagi, untuk jutaan perempuan Amerika yang hari ini kehilangan perlindungan konstitusional mendasar. Kami berbeda pendapat atas putusan tersebut,” kata mereka.

Melansir CNN, di mana sempat menyebut bahwa putusan opini ini merupakan puncak atas adanya upaya selama beberapa dekade dari penolak hak aborsi guna dapat mengembalikan aturan itu ke negara bagian.

Peluang MA sendiri agar dapat membatalkan hak aborsi itu dinilai memungkinkan, lantaran mayoritas hakim yang ada di pengadilan tertinggi federal itu diisi oleh sejumlah kelompok konservatif yang terbilang kuat, termasuk dengan tiga orang di mana merupakan calon yang diajukan oleh Donald Trump.

Sementara itu, sang Ketua Hakim MA, yakni John Roberts diketahui tidak ikut melalui adanya keputusan mayoritas dalam membatalkan Roe v Wade. Namun ia menulis bahwa melalui pendapat tersebut ia akan menegakkan aturan Mississippi di mana melarang aborsi pasca 15 minggu kandungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.