KAI Akan Tuntut Sopir Mobil Tertabrak KRL, Ancaman Pidana 3 Bulan Bui

KAI Akan Tuntut Sopir Mobil Tertabrak KRL, Ancaman Pidana 3 Bulan Bui

Ustaz Ahmad Yasin terancam dituntut oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) terkait dengan buntut kecelakaan KRL di perlintasan Citayam, tepatnya Depok, Jawa Barat. Ustaz Ahmad adalah pengemudi mobil yang selamat pasca tertabrak KRL. Sambil asik baca berita, ayo dapatkan sensasi nya lewat permainan slot yang seru jikalau menang menjadikan itu keberuntungan.

“Buntut kecelakaan di perlintasan sebidang yang menyebabkan gangguan perjalanan KRL relasi Bogor – Jakarta Kota pada Rabu, 20 April 2022, PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan melaporkan dan menuntut pertanggungjawaban pengemudi mobil sesuai peraturan perundangan yang berlaku,” ujar Vice President Public Relations KAI yakni Joni Martinus melansir detiknews, pada Jumat, 21 April 2022.

Sejumlah petugas berusaha mengevakuasi mobil Honda Mobilio yang tertabrak KRL Commuterline KA 1077 (Bogor-Jakarta Kota) di kawasan Rawageni, Ratu Jaya, Cipayung, Depok, Jabar, Rabu (20/4/2022). Kecelakaan yang terjadi di perlintasan sebidang itu menyebabkan terganggunya perjalanan KRL karena kereta harus melaju di satu jalur secara bergantian. ANTARA FOTO/Andika Wahyu/tom.

“KAI akan menuntut pengemudi mobil mempertanggungjawabkan tindakannya karena tidak mendahulukan perjalanan kereta api sehingga menyebabkan kerusakan sarana dan gangguan perjalanan,” ucapnya.

Dalam keterangannya tersebut Joni mencantumkan terkait dengan aturan mengenai lintasan sebidang di mana seharusnya para pengguna jalan agar dapat mendahulukan perjalanan kereta. Aturan itu sudah tercantum dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Berikut sejumlah aturan itu :

Pasal 124 UU Perkeretaapian

Pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.

Pasal 114 UU LLAJ

Pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib:
a. berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain;
b. mendahulukan kereta api; dan
c. memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel.

Untuk Pasal 114 UU LLAJ terdapat ancaman pidananya yang tercantum pada Pasal 296 UU LLAJ yaitu yang bunyinya sebagai berikut:

Pasal 296 UU LLAJ

Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor pada perlintasan antara kereta api dan jalan yang tidak berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).

Dalam aturan di atas diketahui jika ancaman hukuman pidana maksimalnya adalah 3 bulan penjara maupun dengan denda paling di mana sebanyak Rp 750 ribu. Tetapi mengenai ancaman dari PT KAI itu, ustaz Ahmad Yasin sendiri diketahui merasa tidak bersalah.

Ustaz Ahmad Yasin merasa tidak bersalah terkait dengan urusan kecelakaan KRL di lintasan sebidang Jalan Rawa Geni, Citayam, itu. Dia memiliki alasan bahwa pada saat itu palang pintu di lintasan masih terbuka.

“Kenapa harus dituntut? Orang mau nyeberang kok harusnya (palang pintu perlintasan) kereta api itu disediakan area yang benar, bukan manual,” ungkap Ahmad Yasin melansir detikcom, pada Rabu, 20 April 2022.

“Saya sendiri kan nggak bersalah, karena tadi itu palang pintunya terbuka, tidak tertutup,” imbuhnya.

Menurutnya, justru KAI seharusnya dapat membuat palang pintu perlintasan yang aman agar tidak dapat menimbulkan korban jiwa. Dia bersyukur masih dapat selamat dari insiden itu.

“KAI itu (seharusnya) membuat palang pintu yang benar, jangan sampai menelan korban. Saya alhamdulillah terselamatkan,” tuturnya.

Kecelakaan itu berlangsung pada Rabu, 20 April 2022, di pagi hari pada saat banyak warga berangkat bekerja. Endi Rais selaku penjaga dari lintasan sebidang itu mengaku bahwa sempat memperingatkan ustaz Ahmad Yasin sewaktu ingin melintasi rel.

“Kejadian pas mobil mau naik (melintas di perlintasan), saya udah setop ‘awas…awas…’ gitu,” kata Endi.

Endi mengatakan bahwa mobil tersebut hanya terdapat satu orang, yaitu sopir mobil tersebut. Saat itu diketahui bahwa mobil sedang melaju dari Depok menuju Rawa Geni.

Tetapi peringatan Endi tersebut tidak didengar. Mobil tetap melaju hingga tidak lama kemudian kereta tampak melintas sehingga terjadi tabrakan.

“Mungkin juga kaca ketutup nggak kedenger, saya sudah setop-setop, eh dia main masuk bae, kehantem jadinya,” tutur Endi.

Edi mengatakan bahwa, akibat adanya kejadian itu, mobil sempat terseret beberapa meter dari awal pintu perlintasan.

“Keseret ada 10 meter,” ucapnya.

Mobil Terseret KRL Diperlintasan Tanpa Palang Pintu Rawa Geni | Berantas  Online

Informasi kecelakaan itu disampaikan langsung melalui akun resmi KAI Commuter, pada Rabu, 20 April 2022. Mobil tertabrak kereta pada jalur hilir dari stasiun CitayamDepok.

KA 1077 (Bogor-Jakarta Kota) tertemper mobil di antara Jalur hilir Stasiun Citayam-Depok, saat ini KA masih dalam pengecekan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya,” demikian keterangan dari KAI Commuter.

Pihak KAI menerangkan bahwa seluruh penumpang dari KRL telah dievakuasi. Pihak KAI meminta maaf atas adanya peristiwa kecelakaan tersebut. Sambil asik baca berita, ayo dapatkan sensasi nya lewat permainan slot yang seru jikalau menang menjadikan itu keberuntungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.