Intelijen AS Diketahui Bantu Ukraina Bunuh Jenderal Rusia

Intelijen AS Diketahui Bantu Ukraina Bunuh Jenderal Rusia

Intelijen dari Amerika Serikat disebut telah membantu pasukan Ukraina untuk menargetkan sejumlah jenderal Rusia sejak invasi tengah berlangsung di negara eks Uni Soviet itu. Sambil asik baca berita, ayo dapatkan sensasi nya lewat permainan slot yang seru jikalau menang menjadikan itu keberuntungan.

Sederet pejabat senior AS mengatakan bahwa setidaknya ada banyak dari belasan jenderal Rusia yang dibunuh, menjadi salah satu target dengan bantuan intelijen asal Washington.

Berdasarkan laporan New York Times melansir CNN, bantuan tersebut langsung dari AS dan badan intelijen Barat lain merupakan faktor utama keberhasilan pasukan Ukraina saat melawan pasukan Moskow.

Badan-badan Intelijen AS Diberi Waktu 90 Hari untuk Temukan Asal Covid-19

Menilik laporan tersebut, AS menyediakan rincian pergerakan militer Rusia di mana sering berpindah lokasi. Pasukan Ukraina sendiri menggunakan informasi tersebut untuk dapat menyerang perwira senior Moskow.

Tatkala itu, Ukraina pada Maret 2022 mengklaim bahwa Rusia telah kehilangan tujuh jenderal peralatan hingga personel militer.

Saat bulan yang sama, pejabat asal negara Barat menyebut pasukan Rusia memiliki masalah moral. Hal tersebut yang kemudian membuat sang jenderal maju menuju ke baris depan hingga beberapa dari mereka dinyatakan tewas.

Negara Barat juga menggarisbawahi terkait dengan masalah potensi komunikasi dan logistik militer Rusia di Ukraina yang disebut telah menipis.

Tetapi, secara garis besar, pemerintahan Biden masih merahasiakan soal adanya bantuan intelijen agar dapat menargetkan jenderal Rusia. Mereka khawatir bahwa hal itu bisa membahayakan agen dan dianggap sebagai salah satu tanda permusuhan oleh Rusia.

Sementara itu, Dewan Keamanan Nasional (NSC) Amerika Serikat yakni Adrienne Watson menegaskan bahwa isu terkait dengan keterlibatan AS dalam menargetkan jenderal Rusia merupakan pernyataan tak bertanggung jawab.

“Amerika Serikat menyediakan intelijen medan perang untuk membantu Ukraina mempertahankan negara mereka,” ungkap Watson, melansir AFP dan CNN, pada Kamis, 5 Mei 2022.

Ia kemudian melanjutkan, “Kami tak menyediakan intelijen dengan maksud untuk membunuh jenderal Rusia.”

Selama konflik Rusia-Ukraina tengah berlangsung, Pentagon kerap mengirim senjata hingga dengan peralatan militer ke Ukraina. Senjata itu di antaranya, artileri, helikopter maupun drone penyerang.

Padahal, sebelum adanya perang berkobar, AS bergitu hati-hati dalam mencatat semua alat utama sistem pertahanan (Alutsista) yang dipaketkan ke negara Eropa timur tersebut.

AS juga mengaku bahwa melatih pasukan Ukraina agar dapat mengoperasikan senjata yang mereka kirim. Sambil asik baca berita, ayo dapatkan sensasi nya lewat permainan slot yang seru jikalau menang menjadikan itu keberuntungan.

Pentagon sejauh ini tak memberikan komentar langsung terkait adanya laporan dari New York Times.

Leave a Reply

Your email address will not be published.