Hungaria Tak Akan Kirim Senjata Guna Bantu Ukraina

Hungaria Tak Akan Kirim Senjata Guna Bantu Ukraina

Juru bicara dari Perdana Menteri Hungaria menyebut bahwa pihaknya tak akan mendukung Ukraina terkait dengan memberikan bantuan layaknya pengiriman senjata untuk dapat melawan Rusia. Sambil asik baca berita, ayo dapatkan sensasi nya lewat permainan slot yang seru jikalau menang menjadikan itu keberuntungan.

“Sikap Hungaria tegas, kami tidak akan mencampuri perang ini dengan senjata dan dengan memasok tentara,” ungkap Zoltan Kovacs, selaku juru bicara internasional untuk Perdana Menteri Hongaria Viktor Orbán, melansir CNN pada Jumat, 8 April 2022.

Juru bicara Perdana Menteri Hungaria menyebut pihaknya tak akan mendukung Ukraina dengan memberikan bantuan pengiriman senjata dalam melawan Rusia.

Pada Maret lalu, Presiden Ukraina yakni Volodymyr Zelensky mengkritik Orbán hingga meminta Hungaria untuk dapat menentukan ke sisi mana mereka akan segera berpihak dalam perang Rusia-Ukraina.

Pada Minggu, 2 April 2022 lalu, Orbán yang diketahui baru saja memenangkan pemilihan umum di Hungaria di mana dapat membuatnya menjabat untuk periode keempat.

Kovacs juga menyebut, Hungaria akan mendukung Ukraina pada saat perang ini berlangsung dalam bantuan kemanusiaan. Tetapi, Perdana Menteri Orbán secara tegas menolak terkait adanya permintaan Zelensky.

“Sebagai negara berdaulat, jangan mengirim pesan kepada kami. Kami tahu apa yang harus dilakukan. Kami melakukan segala yang kami miliki, tetapi itu tidak akan terjadi dengan apa yang Anda coba katakan kepada kami. Saya percaya Tuan Zelensky mewakili Kepentingan nasional Ukraina. Kami melihat gambar-gambar yang mengganggu dan tragedi yang terjadi di Ukraina,” ujar Orbán.

“Kami akan mengurus semua orang yang datang dari Ukraina dan upaya terbaik adalah membawa pihak yang bertikai ini ke meja perundingan,” imbuhnya.

Hungaria sendiri sudah mengusulkan pertemuan perdamaian untuk para kedua belah pihak di Budapest. Sebuah usulan yang justru ditanggapi dengan sinis oleh sang juru bicara dari Kementerian Luar Negeri Ukraina Oleg Nikolenko.

Ukraina yang kala itu menganggap bahwa Hungaria memihak Rusia. Pasalnya, Hungaria memberikan sinyal akan bersedia untuk membayar gas Rusia dalam rubel.

Sebelumnya Presiden Rusia yakni Vladimir Putin menandatangani dekrit yang dapat menuntut agar ‘negara-negara yang tidak bersahabat’ harus membayar gas dengan mata uang tersebut.

Menurut Presiden Komisi UE, yaitu Ursula von der Leyen, apa yang sudah dilakukan oleh Hungaria akan menjadi pelanggaran bagi sanksi Uni Eropa.

Meski demikian, Kovacs mengatakan bahwa tidak mungkin akan berhenti membeli energi Rusia.

“Tidak ada alternatif fisik selain gas dan minyak Rusia. Ini adalah fakta yang sangat sederhana sebenarnya bagi kita, mencari energi dan membayar energi, apa pun yang diperlukan akan terjadi,” pungkasnya. Sambil asik baca berita, ayo dapatkan sensasi nya lewat permainan slot yang seru jikalau menang menjadikan itu keberuntungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.