DPR Segera Buat Kajian Legalisasi Ganja Medis di Indonesia

DPR Segera Buat Kajian Legalisasi Ganja Medis di Indonesia

Wakil Ketua DPR yakni Sufmi Dasco Ahmad dilaporkan mengatakan bahwa pihaknya akan membuat kajian terkait legalisasi ganja demi kepentingan medis. Dasco menyebut bahwa belum ada kajian mengenai penggunaan ganja medis di Indonesia. Sambil asik baca berita, ayo dapatkan sensasi nya lewat permainan slot yang seru jikalau menang menjadikan itu keberuntungan.

“Kita akan coba buat kajiannya apakah itu kemudian dimungkinkan untuk ganja itu sebagai salah satu obat medis yang memang bisa dipergunakan, karena di Indonesia kajiannya belum ada,” ungkap Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin, 27 Juni 2022.

DPR akan Lakukan Kajian Terkait Ganja untuk Keperluan Medis FORUM TERKINI  NEWS

Dasco mengetahui penggunaan ganja legal dalam kepentingan medis di sejumlah negara lain. Namun, ia mengaku bahwa undang-undang kesehatan maupun narkotika di mana ada saat ini diketahui belum dapat mengakomodir hal tersebut.

Lebih jauh, Dasco juga sempat menyebutkan kajian itu nantinya akan dilakukan langsung oleh komisi terkait bersama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Nanti kita akan coba koordinasikan dengan komisi teknis dan Kemenkes, dan lain-lain, agar kita juga bisa kemudian menyikapi hal itu,” ujarnya.

Meski demikian, politikus asal Partai Gerindara itu tak dapat memastikan terkait kemungkinan ganja medis masuk ke dalam UU Narkotika di mana saat ini masih tengah direvisi oleh Komisi III DPR.

“Ya nanti kita coba koordinasikan [dengan Komisi III],” katanya.

Sebelumnya, salah seorang ibu bernama Santi Warastuti di mana berasal dari Sleman, Yogyakarta, beserta dengan anaknya Pika, di mana tengah mengidap kelainan otak, dilaporkan belakangan ini kerap melakukan aksi damai yang berlangsung di kawasan Bundaran HI, Jakarta saat Car Free Day (CFD), pada Minggu, 26 Juni 2022.

Santi kala itu tampak membawa sebuah surat yang ditujukan langsung kepada hakim MK demi segera memberikan putusan atas adanya permohonan uji di mana telah dia ajukan atas UU Narkotika. Ia meminta bahwa agar ganja yang masuk ke dalam golongan I UU Narkotika dapat digunakan sebagai keperluan medis.

Melalui foto yang tengah beredar, di kawasan Bundaran HI yang kala itu tampak ramai, Santi terlihat sedang memegang papan putih di mana bertuliskan ‘Tolong Anakku Butuh Ganja Medis’

Santi mengaku bahwa sudah menanti setidaknya selama hampir dua tahun agar Mahkamah Konstitusi (MK) dapat mengabulkan permohonannya dalam melegalisasi ganja medis di Indonesia. Sambil asik baca berita, ayo dapatkan sensasi nya lewat permainan slot yang seru jikalau menang menjadikan itu keberuntungan.

Viral Seorang Ibu Minta Pelegalan Ganja Medis di CFD, DPR Langsung  Berencana Bikin Kajian

Anak Santi yang diketahui bernama Pika, tengah menderita kelainan otak serta membutuhkan ganja guna dapat pengobatan.

Melansir CNN, Santi sendiri sempat bercerita telah melayangkan permohonan terkait uji materi UU Narkotika bersama dengan dua ibu lainnya menuju ke MK sejak November 2020.

“Sudah hampir dua tahun, kita mengajukan gugatan pertama itu November 2020 sampai sekarang sudah 2022 belum ada kepastian. Dan untuk ganja medis ini bagi saya urgent karena Pika, anak saya itu masih belum bebas kejang,” kata Santi, pada Minggu, 26 Juni 2022.

Leave a Reply

Your email address will not be published.