China Merapat ke Solomon, AS Gandeng Papua Nugini

China Merapat ke Solomon, AS Gandeng Papua Nugini

Amerika Serikat ingin memperluas kerja sama terkait keamanan di kawasan Pasifik dengan cara menggandeng Papua Nugini, usai China merapat menuju ke Kepulauan Solomon. Sambil asik baca berita, ayo dapatkan sensasi nya lewat permainan slot yang seru jikalau menang menjadikan itu keberuntungan.

Asisten Menteri Luar Negeri AS khusus Urusan Asia Timur dan Pasifik, yakni Daniel Kritenbrink, mengatakan bahwa delegasi AS bertemu dengan Perdana Menteri Papua Nugini, James Marape dan bersama kepala pertahanan pekan lalu.

Dalam pertemuan itu, mereka berencana untuk dapat mengadakan diskusi lanjutan mengenai keamanan dalam beberapa bulan mendatang ini.

Terhina oleh Negara Jiran, Kepulauan Solomon Benarkan Negosiasi dengan  China - Dunia Tempo.co

“Ada keinginan dari kedua belah pihak untuk memastikan kami mengambil langkah nyata guna memperluas kerja sama keamanan kami” ungkap Kritenbrink melansir CNN, pada Selasa, 26 April 2022.

Rencana terkait adanya kerja sama keamanan itu muncul usai China meneken pakta pertahanan bersama Kepulauan Solomon pada 19 April lalu.

Pakta itu menimbulkan kekhawatiran terhadap Australia dan Amerika Serikat, selaku sekutu dari pulau itu.

Mereka khawatir bahwa Solomon akan menjadi pangkalan militer milik China yang berlangsung di kawasan Pasifik Selatan, di mana berjarak kurang dari 2.000 kilometer dari wilayah pantai Australia.

AS bahkan memperingatkan secara langsung terkait soal dampak pakta tersebut ke pemerintahan Kepulauan Solomon, ketika delegasinya berkunjung ke pulau itu.

“[Pakta itu] berpotensi berdampak pada keamanan regional. Jika [China] memperluas militer secara permanen, proyeksi kekuasaan atau pangkalan militer, AS akan punya kekhawatiran secara signifikan dan merespon dengan tepat,” melansir pernyataan resmi dari Gedung Putih dan AFP.

Namun, Perdana Menteri Kepulauan Solomon, yakni Manasseh Sogavare, menegaskan bahwa berulang kali tak akan ada pangkalan militer China yang dibangun di negaranya berdasarkan adanya kesepakatan keamanan tersebut.

Meski demikian, Kritebrink mengaku bahwa AS akan terus memantau terkait perkembangan pakta itu, sebab khawatir minimnya transparansi dan motif dari China.

“Mereka benar-benar tak jelas karena perjanjian ini belum diteliti,” ucap dia.

Kepulauan Solomon berada pada posisi strategis untuk jalur pelayaran dan juga komunikasi di Pasifik. Negara ini, juga merupakan salah satu tempat pertempuran paling berdarah pada saat Perang Dunia Kedua.

Di samping itu, China sendiri tengah berusaha membangun logistik luar negeri yang lebih kuat dan infrastruktur pangkalan di mana akan memungkinkan mereka untuk dapat memproyeksikan hingga mempertahankan kekuatan militer di jarak yang lebih jauh.

Sebelumnya, China pernah menawarkan agar dapat membangun kembali pangkalan angkatan laut di Papua Nugini sejak 2018. Sambil asik baca berita, ayo dapatkan sensasi nya lewat permainan slot yang seru jikalau menang menjadikan itu keberuntungan.

Namun, PNG diketahui malah membuat kesepakatan dengan Australia dan AS guna dapat meningkatkan bekas pangkalan AL AS yang berlangsung di Pulau Manus saat Perang Dunia Kedua. Secara geografis, negara ini berdekatan dengan wilayah Australia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.