Buntut Saran Kim Jong-un, Warga Desa Korut Gunakan Darah Rusa Atasi Covid-19

Buntut Saran Kim Jong-un, Warga Desa Korut Gunakan Darah Rusa Atasi Covid-19

Sejumlah warga asal pedesaan Korea Utara beralih dalam menggunakan darah rusa yang diyakini mampu mengatasi infeksi Covid-19. Sambil asik baca berita, ayo dapatkan sensasi nya lewat permainan slot yang seru jikalau menang menjadikan itu keberuntungan.

Alternatif itu dipilih sebab pemerintahan Kim Jong-un mengirim sebagian besar obat-obatan mereka menuju ke Pyongyang.

Di Pyongysong, tepatnya Provinsi Pyongan Selatan, beberapa orang menjual darah rusa di rumah mereka secara ilegal. Penjual juga mempromosikan terkait khasiat darah rusa, mengklaim bahwa hal itu efektif melawan Covid-19.

Korut Ternak Angsa Hitam hingga Kelinci untuk Pangan saat Krisis

“Jenis darah rusa yang dijual di pasar gelap adalah darah asli dan bubuk darah kerang. Darah asli dikemas dalam botol penicillin kecil diberi harga 10 ribu won (Rp161 ribu) dan darah bubuk dalam bubuk penicillin diberi harga 5 ribu won (Rp80 ribu),” kata seorang warga di provinsi itu melansir Radio Free Asia.

“Jika Anda menangkap rusa, Anda bisa mengeringkan darahnya. Lalu Anda menempatkan darahnya di kantong plastik. Darah asli tumpah, jadi sulit dijual. Jadi masyarakat mengeringkannya dan menjualnya. Saat rusa melahirkan, ada plasenta yang keluar. Mereka juga mengeringkan dan menjual itu untuk mengatasi virus corona,” lanjutnya.

Selain di wilayah Pyongan Selatan, darah rusa juga dipastikan tersedia di Pyongan Utara.

Berdasarkan sumber Pyongan Utara, sejumlah pekerja di peternakan rusa secara ilegal menjual darah hewan tersebut di pasar gelap.

“Kasturi atau plasenta rusa dikemas dengan vakum dan biasanya dikirim ke Komite Pusat, tetapi orang yang bekerja di sana menjualnya secara rahasia,” kata sumber itu.

Korut sendiri sudah mendeteksi 3,6 juta kasus demam misterius tak lama usai mereka mengakui terkait dengan keberadaan infeksi Covid-19. Namun masih belum jelas berapa banyak kasus positif Covid-19 atas kasus demam tersebut. Sambil asik baca berita, ayo dapatkan sensasi nya lewat permainan slot yang seru jikalau menang menjadikan itu keberuntungan.

Buntut lonjakan kasus Covid-19 di Korut, obat-obatan dalam mengatasi gejala semakin sulit untuk ditemukan. Tak hanya itu, kebanyakan dari stok obat malah dikirimkan untuk ke Pyongyang, di mana notabene nya merupakan rumah bagi warga terkaya di Korut.

5 Langkah Standar hingga 'Gila' Kim Jong-un Perangi Covid di Korut

“Seluruh apotek dibuka 24 jam per hari dalam keadaan darurat maksimal ini, tetapi ada perbedaan yang sangat besar antara Pyongyang dan daerah provinsi, jadi masyarakat di daerah sini tidak puas,” kata sumber ketiga, seorang warga di Pyongan Utara melansir CNN.

“Ekspektasi [masyarakat] tinggi mengingat komandan karantina pusat telah melangsungkan diskusi intensif di mana mereka setuju untuk mengirimkan dengan cepat stok obat untuk keadaan darurat. Namun, kami sangat kecewa karena obat itu hanya diberikan ke orang di Pyongyang dan militer.”

Bahkan, di Kota Sinuiju sendiri, tak ada satu orang pun yang bisa dalam mendapatkan obat-obatan umum, layaknya seperti pereda panas serta pereda nyeri.

Cadangan obat disimpan dalam jumlah yang sangat sedikit di rumah sakit, dan rak apotek kosong,” katanya lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.