28 Ribu Orang Teken Petisi Cabut Lampu Merah di Transyogi Cibubur

28 Ribu Orang Teken Petisi Cabut Lampu Merah di Transyogi Cibubur

Puluhan ribu orang dikabarkan telah meneken petisi berisi desakan mencabut lampu merah lalu lintas di turunan Jalan Transyogi, tepatnya Jalan Alternatif Cibubur, Kota Bekasi imbas kecelakaan truk tangki Pertamina menabrak dua mobil dan 10 sepeda sejak Senin, 18 Juli 2022 sekitar pukul 15.55 WIB.

Petisi itu muncul melalui laman change.org dan hingga Selasa, 19 Juli 2022 pada pukul 09.00 WIB setidaknya sudah 28.568 orang yang menandatangani petisi tersebut. Petisi tersebut digagas langsung oleh akun bernama Umi N. Melalui kejadian ini, masyarakat diharapkan bisa ikut serta dalam menandatangi petisi.

“Saat ini di Jalan Transyogi sedang ada pembangunan Project CBD seberang Citra Grand, dengan adanya project tersebut dibuat lampu merah untuk keluar masuk kendaraan dari CBD,” tulis akun tersebut, melansir CNN, pada Selasa, 19 Juli 2022.

Pertamina Patra Niaga Berhasil Lakukan Pemindahan Mobil Tangki dari Lokasi  Kecelakaan dengan Aman - JogoBoyo #JagaNKRI

Padahal, kata dia, kontur jalanan tersebut merupakan turunan baik dari arah Jakarta ataupun Cileungsi. Sesuai dengan dugaan, lampu lalu lintas itu dapat memakan korban.

“Hari ini (Senin) terjadi tabrakan yang memakan korban, kendaraan yang berhenti karena lampu merah dihantam oleh truk dari arah belakang karena turunan, apakah karena mengakomodir pembangunan proyek mengabaikan keselamatan pengguna jalan?” tulis akun itu lagi.

Perlu diketahui, truk tangki Pertamina dilaporkan menabrak dua mobil dan 10 sepeda motor yang terjadi di Jalan Alternatif Cibubur, Kota Bekasi, pada Senin, 18 Juli 2022 sekitar pada pukul 15.55 WIB.

Kecelakaan maut ini sendiri menyebabkan sedikitnya 10 orang meninggal dunia dan lima orang lainnya dikabarkan mengalami luka-luka.

Kecelakaan bermula ketika truk tangki bermuatan bahan bakar itu melaju dari arah Cibubur di mana hendak menuju ke Cileungsi. Di lokasi ini sendiri, kondisi jalan tampak menurun dan terdapat lampu lalu lintas.

Berdasarkan adanya keterangan saksi, kala itu lampu lalu lintas tengah berwarna merah. Artinya, ada beberapa kendaraan yang sedang berhenti di lokasi tersebut.

“Keterangan saksi di TKP [tempat kejadian perkara], itu sudah warna merah untuk trafficlight-nya,” kata Dirgakkum Korlantas Polri yakni Brigjen Aan Suhanda.

Diduga, bahwa kecelakaan itu disebabkan lantaran kendaraan mengalami rem blong. Polisi juga sempat menyatakan bahwa tak ditemukan ada tanda maupun bekas pengereman di lokasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.